Album: Nirvana – Nevermind (1991)

NAH! Siapa sih yang tidak tahu album Nevermind karya trio grunge Kurt Cobain cs.? Jika ada seseorang yang mengaku pecinta musik tapi tidak tahu album ini, maka halal hukumnya untuk ditinju, hehe.Al…

Source: Album: Nirvana – Nevermind (1991)

v NAH! Siapa sih yang tidak
tahu album Nevermind
karya trio grunge Kurt
Cobain cs.? Jika ada
seseorang yang mengaku
pecinta musik tapi tidak
tahu album ini, maka halal
hukumnya untuk ditinju,
hehe.Album ini begitu hits
di era ’90an, bahkan album
ini menggeser album king
of pop Michael Jackson,
Dangerous, dari
puncak Billboard 200 pada
tahun 1992. Sampai
sekarang, album ini telah
terjual sebanyak 30 juta
kopi di seluruh dunia.
Namun, apa sih yang
membuat album kedua
Nirvana ini begitu terkenal?
Efek dari dirilisnya album
ini begitu besar. Lagu-lagu
yang ditulis Kurt Cobain
menginspirasi banyak
orang–kebanyakan dari
kelas pekerja di seluruh
dunia. Kejadian ini sering
juga disebut “ The Rise of
The Working Class“. Album
ini juga
membuat genre grunge
serta alternative rock
menjadi terkenal. Tak
hanya itu, Kurt Cobain dan
kawan-kawan juga
membuat
tren fashion grunge
menjadi hits pada saat itu.
Album ini pun juga
merubah pandangan
masyarakat terhadap
orang-orang kelas pekerja,
dan dunia
underground punk.
Saking hebatnya album ini,
Rolling Stone menobatkan
album Nevermind berada di
peringkat 17 di 500 Greatest
Albums of All Time. Tak
hanya Rolling Stone, penulis
Josh Tyrangiel dari Time
menyebutkan bahwa album
ini adalah “ The Finest
Album of The ’90s”
dalam listnya, “The All-
TIME 100 Albums”. Selain
dua itu, masih banyak lagi
penghargaan yang
dinobatkan pada album ini.
Album ini direkam di studio
legendaris Sound City
Studios di California, dan
diproduseri oleh Butch
Vig. Single dari album
ini, Smells Like Teen
Spirit berada di posisi-posisi
tinggi di hampir
seluruh charts di dunia
pada era 1991-1992. Media
menyebut lagu ini sebagai
“ anthem of a generation”
Di tahun 2013, Nirvana
masuk Rock and Roll Hall of
Fame, dan termasuk salah
satu musisi paling
berpengaruh di dunia.
Yang lucu dari album ini
adalah, pernah sempat ada
sengketa antara art
director dengan Kurt
Cobain. Sang art director
menyiapkan cover alternatif
dengan menghilangkan
penis bayi yang terlihat.
Namun, Kurt dengan
santainya menjawab: “ If
you’re offended by this, you
must be a closet pedophile. ”
Hahaha, nice one, Kurt!
Saya sebagai penggemar
Nirvana, menilai
bahwa Nevermind adalah
album ter-apik Nirvana.
Saya menilai album ini
berada di atas album
Nirvana lainnya, In Utero
(1993) dan Bleach (1988).
Dengan album inilah, saya
mengenal musik grunge,
musik yang sebelumnya
tidak saya ketahui. Saat
mendengarkan lagu-lagu
dalam album ini, saya
merasakan album ini ber-
aura gelap, seperti lagu-lagu
dalam album-album
Nirvana lainnya. Mungkin
ada hubungannya dengan
depresi yang dialami Kurt
Cobain, ya saya kurang
tahu. Overall, it has been a
completely genius album
from the ’90s.
Dalam lagu Territorial
Pissings, Kurt terlihat
seperti menggila, penuh
teriakan dengan suara gitar
yang keras dan cepat. Selain
itu tabuhan drum Dave
Grohl dengan beat yang
cepat juga semakin
membuat lagu ini
lebih gokil. Menurut
saya, Territorial
Pissings adalah lagu yang
paling gila di
album Nevermind.
Nevermind selalu mendapat
tempat spesial dalam hati
saya. Saya masih
merasa excited apabila
album ini berada di record
store manapun,
mengingat band dan album
ini sudah mulai terlupakan
masyarakat. Saat ini,
masyarakat cenderung
berkiblat ke musik-musik
yang lebih “dugem”,
bukannya men- judge atau
gimana, namun seharusnya
kita tidak melupakan album
hebat ini. Bagaimanapun
juga, album ini telah
merubah dunia industri
musik menjadi lebih baik.
Nirvana adalah salah satu
band terhebat sepanjang
masa, bukan sebuah merk
baju-dengan-logo-smiley-
gila di depannya. Serius,
sekarang mulai ada orang
yang mengenakan kaos
Nirvana dan mengira
bahwa Nirvana adalah
sebuah merk. Jika anda
adalah salah satu orang
tersebut, put that fuckin
shirt off. You don’t deserve
to wear that.
Tracklist Nevermind:
1. Smells Like Teen Spirit
2. In Bloom
3. Come as You Are
4. Breed
5. Lithium
6. Polly
7. Territorial Pissings
8. Drain You
9. Lounge Act
10. Stay Away
11. On a Plain
12. Something in the Way
(termasuk hidden track
“Endless, Nameless”
yang dimulai setelah
menit ke 3:46. Total
durasi track ini adalah
10:29)

Standard

ON RELIGION

Marx adalah seorang atheis sejak kecil dan tetap seperti untuk seluruh sisa hidupnya.  Atheismenya tidak hanya praktis tetapi juga teoritis. Ateisme teoritisnya adalah karena terutama untuk alasan f…

Source: ON RELIGION

Marx adalah seorang atheis sejak kecil dan
tetap seperti untuk seluruh sisa hidupnya.
Atheismenya tidak hanya praktis tetapi juga
teoritis. Ateisme teoritisnya adalah karena
terutama untuk alasan filosofis dan hanya
sekunder alasan historis, sosial dan politik.
Sudah dalam tesis
doktornya,Marxmenyatakan dengan tegas
bahwa”di negara alasan”keberadaan Tuhan
tidak dapat memiliki makna.”Ambil uang
kertas ke negara di mana penggunaan uang
kertas ini tidak diketahui, dan semua orang
akan menertawakan representasi subjektif
Anda, lanjut dengan dewa Anda ke negara di
mana allah lain yang disembah. Dan Anda
akan menunjukkan bahwa Anda adalah
korban naksir dan abstraksi. Dan memang
siapa pun yang membawa dewa migran ke
Yunani kuno, telah menemukan bukti
keberadaan non-tuhan ini, karena Tuhan
tidak ada bagi orang-orang Yunani. Apa yang
terjadi di sebuah negara tertentu untuk
dewa-dewa asing tertentu, berlangsung untuk
dewa pada umumnya di negara alasan: itu
adalah daerah di mana keberadaannya
berhenti”(KarlMarx, Frammento
dell’appendice della dissertazione dottorale,
dalam A. Sabetti, Sulla Fondazione del
materialismo storico, Florence 1962, hal.
415)

Standard

FARIZ RM : BALADA

BALADA : sebuah judul album Pak Fariz RM. Dipasarkan tahun 1991. Bergenre Pop Murni, tak ada sentuhan rock atau jazz. Desain cover kaset model sketsa kontemporer. Digambarkan  sketsa foto Fariz RM …

Source: FARIZ RM : BALADA

BALADA : sebuah judul album Pak Fariz RM.
Dipasarkan tahun 1991. Bergenre Pop Murni,
tak ada sentuhan rock atau jazz. Desain cover
kaset model sketsa kontemporer.
Digambarkan sketsa foto Fariz RM berbaju
merah. Kesan pertama saat melihat cover
kaset ini, banyak orang bilang “Kok mirip
fotonya Rony Sianturi ya?”. Itu karena gaya
rambut Fariz RM saat itu persis potongan
rambut duda Atiek CB, ya si Rony Sianturi.
Desain grafis cover kaset ini dikerjakan oleh
Jimmy Bill (dari Gerbang studio?). Memang
pada tahun-tahun itu cover kaset bernuansa
sketsa agaknya sedang menjadi trend.
Album ini diproduseri oleh Sammy Paitam
menggunakan label Selecta Record. Tertulis
pada album BALADA bertindak sebagai
Arranger, vocal, vocal latar, dan semua
instrumen musik dikerjakan oleh Pak Fariz
RM sendiri. Direkam di awal musim
penghujan November 1991 di FARIZ RM
Private Studio – Bintaro Jaya, STUDIO 15 –
Jakarta, dan di ARTAPOLA Soundlab –
Kemang. Operator rekaman oleh FARIZ RM,
IWAN, dan IPOENK POERNOMO. Kemudian
di-mixing di STUDIO 15 – Jakarta,
menggunakan IPOENK POERNOMO sebagai
tenaga operator mixingnya. Disitu juga
tertulis 1991/SAMMY PAITAM & FARIZ RM
Presentation.
Pada album FARIZ RM : BALADA juga tertulis
sebuah pengantar berbunyi …. Berkat
Rakhmat Tuhan, album ini saya dedikasikan
untuk istriku (Oneng) dan kelahiran Putri
Kembar kami, Venska & Venski…
Album Fariz RM : BALADA memuat 6 lagu
pop. (1) ANTARA KITA ciptaan Sammy
Paitam, (2) MUNGKIN INI CINTA ciptaan Fariz
RM, (3) BIARKAN PERGI ciptaan Fariz RM, (4)
GEJOLAK ciptaan Rudy Rampengan, (5)
KEMENANGAN ciptaan Sammy Paitam dan (6)
MALAM ITU ciptaan Fariz RM. Dijagokan
sebagai top hits adalah lagu ANTARA KITA.
Ternyata lagu ANTARA KITA sangat populer
dan dihafal oleh masyarakat pecinta FARIZ
RM.
Tidak hanya itu, pecinta musik dangdut pun
tak sedikit yang menyukai dan hafal sama
lagu ANTARA KITA. Apalagi video klip
ANTARA KITA dikemas begitu romantis. Fariz
RM pakai setelan jas putih, bermain piano
putih di pinggir pantai. Sangat bersahaja dan
punya kharisma. Ada yang disayangkan pada
saat itu, kenapa lagu MUNGKIN INI CINTA
kok tidak dibuat video klip?. Padahal
MUNGKIN INI CINTA juga sangat populer
pada tahun 1991. Hampir setiap sore lagu ini
direquest oleh para pendengar radio di
seluruh pelosok negeri. (***)
dodo

Standard

Kirimkan Karya Tulis Anda Tentang Sosialisme dan komunisme !

Jika anda memiliki karya tulis seputar sosialisme komunisme,baik karya ilmiah,pidato,opini,reportasi,buktisejarah maupun yang lainnya,silahkan kirimkan karya anda berupa format ms word dan di attat…

Source: Kirimkan Karya Tulis Anda Tentang Sosialisme dan komunisme !

Jika anda memiliki karya tulis seputar
sosialisme komunisme,baik karya
ilmiah,pidato,opini,reportasi,buktisejarah
maupun yang lainnya,silahkan kirimkan karya
anda berupa format ms word dan di
attatchment lalu silahkan kirimkan ke alamat
email :
sosialkomunisindonesia@gmail.com
1 tulisan terbaik akan mendapat hadiah
nominal pulsa sebagai ucapan terma kasih
atas karya terbaik anda lalu hadiah pulsa dan
pemenang akan diumumkan 3 bulan sekali
(seleksi setiap 3 bulan)
penyelenggaraan webblog ini independen
dan tidak dikelola,disupport atau disetir oleh
siapapun baik pemerintah,masyarakat
maupun negara soskom dunia,semua hadiah
adalah pemberian administrator blog ini.
* ( Sgala sesuatu yang saya ketahui, saya bukanlah seorang Komunis) hahahaaa- catat..!dodo

Standard

Perempuan dalam Lamunan

Debur ombak sore ini sedikit menentramkan hati Fahri. Baru saja dia mendapat telepon dari pengacaranya bahwa kesepakatan tentang harta gono gini telah tercapai. Ya, bahtera pernikahan yang sudah be…

Source: Perempuan dalam Lamunan

dodo Debur ombak sore ini
sedikit menentramkan hati
Fahri. Baru saja dia
mendapat telepon dari
pengacaranya bahwa
kesepakatan tentang harta
gono gini telah tercapai. Ya,
bahtera pernikahan yang
sudah berlayar hampir 5
tahun dengan Ratna,
kandas.
Fahri terus berjalan
menyusuri bibir pantai
sampai ke batas
perkampungan. Hari sudah
menjelang magrib. Tiba-tiba
matanya terpaku pada
sesosok perempuan muda
berkerudung yang duduk di
atas sebuah kapal nelayan
yang tertambat. Pendar
keemasan dari sinar
matahari seperti
membentuk siluet antara
perempuan itu, perahu dan
laut. “Ah, seandainya
kubawa kamera,” batin
Fahri.
“Oi Tena, pulang lah Nak.
Hari sudah senja!” Seorang
wanita paruh baya berteriak
kepada perempuan itu.
Membuyarkan lamunannya
sekaligus mengakhiri
tatapan Fahri. Sambil
menarik napas panjang
diperhatikannya
perempuan itu turun dari
perahu dan berjalan ke
arah sumber suara.
Perlahan sosoknya
menghilang di telan
kegelapan kampung
nelayan yang sederhana ini.
Sudah 1 tahun Fahri berada
di kota ini. Kota yang
sempat luluh lantak akibat
gempa beberapa tahun lalu.
Setelah menyelesaikan
pendidikan spesialis, dia
ditugaskan di Rumah Sakit
Umum Daerah sebagai
dokter anestesi. Praktis
setahun ini dia
meninggalkan keluarganya
di Bandung. Ratna, istrinya
yang sedang menjalani
pendidikan spesiais dan
Tasya, putri tunggalnya
yang berusia 2 tahun. Saat
ini tinggal dengan
mertuanya.
“Dok, pasien sudah siap,”
kata seorang perawat. “OK”
Fahri bergegas menuju
ruang ganti. Selama
operasi, pikirannya
menerawang ke masa
silam. Dia tidak habis pikir
mengapa rumah tangganya
berakhir seperti ini.
Awalnya mereka bahagia,
apalagi setelah dikaruniai
seorang putri yang lucu.
Namun semua berubah
ketika Ratna bersikeras
melanjutkan
pendidikannya. Fahri
mengalah, putrinya yang
waktu itu berumur 1 tahun
dititipkan ke mertua.
Pada awalnya dia tak
percaya. Namun semakin
lama aroma pengkhiatan
itu semakin kuat. Entah
kebetulan atau tidak, Ratna
satu kelompok dengan
mantan pacarnya di SMA
dulu. Tomy namanya. Inilah
yang selalu dikhawatirkan
Fahri. Sejak mereka pacaran
sampai menikah, Fahri
sering menelan ludah,
ketika Ratna
membandingkan dirinya
dengan Tomy. Hanya
karena cintanya terlalu
besar kepada Ratna yang
membuat dia berlapang
dada.
“OK, done!”kata dokter
bedah. Fahri seolah
tersentak, kemudian
bangun dari duduknya dan
mempersiapkan pasien
pasca operasi.
“Kenapa kamu Ri? Aku lihat
akhir-akhir ini sering
melamun?” tanya Ismail,
sejawatnya dokter bedah di
kantin RS.
“Hhhh…Iya Is, kamu tahu
kan? Minggu depan aku
harus ke Bandung untuk
sidang terakhir. Kemarin
pengacaraku telpon, sudah
sepakat tentang harta gono
gini. Hak asuh anak kepada
ibunya,” jawab Fahri.
“Hah? Jadi kalian pisah?”
“Begitulah.”
“Hmm..Sabar ya Ri.
Takdirnya sudah begini.
Mungkin ini yang terbaik
untuk kalian berdua,
daripada tetap bersama tapi
berasa seperti di neraka.
Yang pasti Allah Maha Adil
kepada hamba-hambanya.”
Ismail adalah sahabat
tempat Fahri sering curhat.
Teman satu kos ketika
mahasiswa dan terkenal
alim. Tak bosan dia
mengajak Fahri ikut
pengajian di kampus.
Sesekali Fahri ikut, meski
sekadar solidaritas.
“Trims Is,” Fahri meringis.
Pasrah
Neraka, seperti yang
diucapkan Ismail benar
adanya. Semenjak Ratna
sekolah lagi, mereka sering
cek cok. Masalah sepele
menjadi besar. Ratna pun
semakin sering
memandingkannya dengan
Tomy. Fahri menjadi tidak
betah di rumah. Puncaknya
ketika tiba-tiba Ratna minta
cerai. Padahal 1 bulan lagi
Fahri ujian akhir spesialis.
Dirinya bertambah gundah,
meski akhirnya dia bisa
lulus menjadi seorang
anestesiolog.
“Oh itu si Tena. Kasihan dia,
semenjak ditinggal suami
dia menjadi aneh,”kata Mak
Malin, pemilik lapau.
“Apa yang terjadi Mak?,”
tanya Fahri.
“Suaminya, Saiful, sampai
saat ini jenazahya belum
ditemukan sejak gempa
besar 2 tahun lalu. Waktu
itu mereka baru 3 minggu
menikah. Sejak itu sampai
sekarang, sesudah ashar
sampai magrib dia selalu
termenung di tepi pantai.
Seolah menunggu
suaminya pulang dari laut”
cerita Mak Malin.
Fahri mulai tertarik dengan
sosok perempuan ini. Setiap
sore, jika sedang kosong
atau tidak ada operasi, dia
datang ke kampung itu.
Diam- diam Tena menjadi
makanan kameranya. Fahri
memang hobi fotografi, dan
siluet adalah objek
favoritnya.
2 minggu kemudian…
“Dok ada pasien baru di
ICU,’’kata seorang perawat.
“Baik, saya kesana,”ujar
Fahri. Sesampainya di
ruang ICU dia sedikit ada
Mak Malin dan beberapa
orang dari kampong
nelayan menunggu di luar
ruangan.
“Hei, Mak Malin kenapa ada
disini? Ada saudara yang
dirawat?”
“Tidak Dok, kami baru
menghantarkan si Tena.
Kemarin tidak seperti
biasanya magrib belum
pulang. Di tempat biasa dia
duduk tidak ada. Akhirnya
setelah dicari warga, baru
ketemu tengah malam tak
sadarkan diri di pantai
kampung sebelah.”
Fahri terperanjat. Langsung
dia masuk ke ruang ICU.
Kondisi Tena kurang baik.
Kemungkinan air lalu
banyak mengisi paru-
parunya. Di mulutnya
terpasang ventilator.
Tangannya tersambung
dengan cairan infus dan
syringe pump. Ada layar
monitor di sampingnya.
Fahri langsung
mengevaluasi status dan
pengobatannya.
“Bagaimana keadaannya
Dok?”tanya perempuan tua
yang seingat Fahri selalu
menjemput Tena jika
magrib tiba.
“Keadaannya masih kritis
Mak, kita doakan saja,”
jawab Fahri.
“Apakah sebelumnya dia
pernah berusaha bunuh
diri?” tanya Fahri kepada
perempuan tua itu.
“Belum, belum pernah Dok.
Anak saya ini sangat taat.
Meski terlihat aneh, tapi
sehari-harinya biasa.
Bahkan sejak kematian
suaminya, tak pernah lepas
sholat malam. Saya sering
terbangun oleh isak tangis
di sela-sela doanya yang
masih berharap bertemu
jenazah suaminya,”kata
perempuan tua itu berkaca-
kaca.
Fahri terharu. Sosok Tena
semakin menarik hatinya.
Meski hanya lewat sepotong
cerita dan siluet senja.
Dirinya yang terluka, dan
luka itu masih menganga,
seolah mendapatkan
pembasuhnya. Meski
mungkin baru perciknya.
Ini sungguh aneh. Bahkan
ketika di hari ketiga ICU,
ketika keluarga bersikeras
membawa Tena pulang
dengan alasan biaya,
dengan spontan Fahri
berkata,” Seluruh biaya saya
yang tanggung!”
“Dulunya Tena kembang
desa kami. Anaknya baik,
ramah, pintar dan
sholehah. Sehingga banyak
pemuda berharap cintanya.
Mulai dari nelayan, tukang
ojek, guru bahkan seorang
perantau sukses dari
Jakarta. Semua ditolak,
karena cintanya sudah
tertambat pada Saiful,
pemuda sederhana yang
tinggal tak jauh dari
rumahnya. Setelah 3
minggu menikah, terjadilah
gempa besar itu. Dan Saeful
termasuk korbannya.
Sesudah 3 bulan menjanda,
Tena semakin tersohor
sebagai janda kembang.
Terakhir seorang anggota
Dewan berusaha
mendapatkan cintanya,
dengan iming-iming harta
supaya mau menjadi istri
kedua. Itu pun ditolak”
cerita Mak Malin suatu
waktu.
Kesetiaan. Mungkin ini
magnet penarik hati Fahri.
Cerita tentang Tena
bagaikan cermin rumah
tangganya, namun
paradoks. Bagi Fahri
kesetiaan sangat mahal.
Bahkan tidak mampu ia
bayar kepada Ratna. Bagi
Tena, kesetiaan adalah
harga mati. Dalam arti yang
sebenar-benarnya.
3 hari kemudian..
“Dok pasien ICU sudah
mulai sadar,”lapor perawat
kepada Fahri.
“Tena?”
“Betul Dok”
“Syukurlah..”
Fahri sumringah. Bergegas
ia menuju ICU. Perempuan
dalam lamunan itu
akhirnya mulai membaik.
Mungkin tak lama lagi Fahri
berkenalan dengannya.
Mungkin tak lama lagi Fahri
menanyakan kabarnya.
Mungkin tak lama lagi
mereka berbagi cerita.
Mungkin… dan beribu-ribu
kemungkinan berkelebat di
kepala Fahri.
Untuk pertama dalam
setahun terakhir, mata
Fahri berbinar. Secerah pagi
itu.
Inspired by song Pearl Jam
“Whislist” : I wish I was a
sailor with someone who
waite

Standard